Pada suatu hari, ada seseorang bernama Mika. Ia ingin sekali untuk berpuasa, tetapi Ramadan belum tiba. Ia terus berlatih sampai azan Magrib, tetapi bundanya berkata, “Anak, Ramadan belum tiba, masih dua hari lagi.”

Mika pun sedih, tetapi Mika tetap berlatih.

Suatu pagi, Mika diberi tugas oleh bundanya. Bunda berkata, “Mika, bantuin Bunda mengeringkan baju.”

Mika setuju, Mika pun mengerjakannya.

Ayahnya pulang dari kerjanya. Sebab ayahnya pulang cepat, Mika pun memeluk ayahnya.

Mika bertanya kepada ayahnya, “Ayah, tumben Ayah pulang cepat?”

Ayah berkata, “Karena bos Ayah kasih Ayah libur satu bulan.”

Mika senang dan bundanya berkata, “Ayah sudah pulang.” Bunda pun memasak ayam kesukaan Mika dan ayahnya.

Bundanya berkata, “Mika, Bunda sudah memasak ayam kesukaan Mika.”

Mika berlari ke dapur dan ia makan ayam. Ayahnya Mika lahap makannya. Mika bertanya, “Ayah, kapan Ramadan tiba?”

Ayah berkata, “Satu hari lagi.”

Mika senang.

Sore-sore, Mika bermain bersama teman-temannya.

Mika bermain ucing sumput bersama temannya hingga menjelang magrib.

Bundanya berkata, “Mika, udahan dulu, yuk! Kan, sudah mau magrib.”

Mika pun berkata kepada teman-temannya, “Aku pulang dulu, ya, besok main lagi!”

Teman-temannya berkata, “Oh, ya udah, aku juga mau pulang.”

“Bye-bye!”

Mika mandi dan salat Magrib bersama ayah bundanya.

Selesai salat, Mika mengerjakan tugasnya sampai ketiduran. Mika dibangunkan bundanya.

Bunda berkata, “Mika, waktunya sahur.”

Mika pun terbangun, ia sahur dengan semangat. Ia makan ayam kesukaannya. Mika sahur bersama ayah bundanya.

Selesai makan, Mika bermain HP dan salat Subuh. Pagi hari, Mika masih kuat untuk puasa. Tengah hari, Mika mulai lapar, ia bertahan dan tidur bersama ayah bundanya.

Mika terbangun, ia kembali bermain HP sehingga ayah bundanya terbangun.

Tak terasa waktu sudah sore, ayahnya pun memasak dan bunda pergi untuk mencari takjil.

Mika bertanya kepada ayahnya, “Ayah, kenapa Ayah masak ayam?”

Ayah berkata, “Kan, ini sudah sore dan sebentar lagi buka puasa.”

Mika senang karena sebentar lagi buka puasa.

Bunda datang ke rumah dan Mika bertanya, “Bunda, kapan buka puasa?”

Bunda berkata, “Sebentar lagi.”

Mika senang. Mika segera bersiap mengambil piring untuk buka puasa dan Ayah berkata pada Mika, “Mika, hati-hati kalau ambil piringnya.”

Mika berkata, “Iya, Ayah, tenang saja, tidak akan jatuh, kok.”

Mika menunggu azan Magrib dan azan pun tiba. Mika bergegas untuk berdoa buka puasa.

Ayah Bunda berkata, “Mika, kalau makan harus tutup mulutnya, ya.”

Mika pun berkata, “Iya Bunda, Ayah.”

Mika berkata, “Bunda, masakan Bunda enak!”

Bunda berkata, “Iya, dong. Kan, masakan Bunda enak sekali.”

Mika dan Ayah pun tertawa.

Ruri Sundari, M.Pd.

Kepala SD Darul Hikam