Fase perkembangan anak di tingkat sekolah dasar, khususnya kelas 3 dan 4, merupakan masa krusial di mana dinamika pertemanan mulai menjadi kompleks. Menanggapi hal tersebut, SD1 Darul Hikam Dago menggelar seminar parenting edukatif yang memfokuskan pada cara orang tua menyikapi interaksi dan konflik sosial anak. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi orang tua untuk memahami perubahan perilaku sosial putra-putrinya secara langsung.

Parenting kali ini mengambil tema tentang perkembangan sosial; bagaimana orang tua bisa mendampingi anak dalam perkembangan sosialnya. Karena usia siswa kelas 3 dan kelas 4 itu masuk pada usia krusial. Pada usia ini anak-anak tidak lagi hanya sekadar bermain, tetapi mulai membentuk kelompok-kelompok kecil yang rawan gesekan. Mereka sudah mulai belajar memilih teman, punya geng, pasti akan terjadi gesekan-gesekan atau konflik. Harapannya orang tua memberikan ruang bagi anak untuk belajar dari masalahnya sendiri. Sebagai orang tua diharapkan tidak langsung membantu menyelesaikan konflik itu, tapi lebih memahami prosesnya bahwa dari konflik akan menjadi jalan anak bisa tumbuh lebih baik lagi.

 

Kegiatan ini disambut hangat oleh sekitar 115 orang tua yang hadir. Bapak Andri Rezano, salah satu orang tua siswa kelas 3A, mengaku mendapatkan sudut pandang baru dalam pola asuh. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan kami sebagai orang tua bahwa tugas kami tidak hanya memberikan kebahagiaan buat mereka, tapi juga membimbing mereka untuk bisa siap dalam menghadapi kenyataan di dunia ini,”. Beliau pun mengakui bahwa materi mengenai teknik komunikasi efektif menjadi tantangan tersendiri untuk dipraktikkan. “Reflective listening itu cukup sulit, tapi mungkin bisa saya coba lebih baik lagi nanti di rumah.”

Melalui program rutin ini, SD1 Darul Hikam berkomitmen untuk terus menjadi mitra bagi orang tua dalam mencetak generasi yang tangguh secara mental dan sosial di masa depan.

Ruri Sundari, M.Pd.

Kepala SD Darul Hikam